0

3 Kota Sepeda



Gadis Aksi

Ada banyak cara untuk mencegah pemanasan global, salah satunya dengan mengurangi polusi udara. Pilihan menggunakan sepeda memiliki banyak keuntungan seperti mengehemat bahan bakar, mengurangi polusi udara dan tentu ramah lingkungan. Negara-negara ini memiliki fasilitas dan jalur khusus untuk pengguna sepeda, lho.

Amsterdam, Belanda
Buat pecinta sepeda, negara ini merupakan surga bagi pengendara sepeda. Jadi jangan heran kalau main ke kota ini orang-orang banyak berkeliaran pakai sepeda. Dari sekitar 730.000 jumlah penduduknya, 600.000 orang memiliki sepeda.  Mulai dari yang tua, muda, sampai orang-orang yang memakai jas dan dasi pun nggak segan buat naik kendaraan tanpa mesin ini. Selain keseriusan pemerintah mewujudkan kota yang bebas polusi, budaya ini sekaligus melambangkan Amsterdam sebagai kota yang peduli terhadap lingkungan.

Barcelona, Spanyol
Selain terkenal memiliki jalur khusus bagi pengguna sepeda, Spanyol juga terkenal dengan layanan penyewaan sepedanya. Barcelona’s Bicing Program adalah salah satu sistem penyewaan sepeda yang ada di Spanyol. Penyewa yang terdaftar akan dapat kartu yang bisa dipakai untuk menyewa di 100 pos yang tersebar di Bacelona. Di Spanyol juga ada program yang mendukung budaya bersepeda seperti car free day, festival of the bicycle dan bike week program. Cara seperti tentu bisa bikin kota bebas dari polusi udara dan tentu membantu menyelamatkan bumi dari pemanasan global.

Berlin, Jerman
Kota ini sudah punya 80 kilometer jalur khusus untuk sepeda. Selain membuat fasilitas untuk para pengendara sepeda, pemerintah juga membuat situs online yang memuat rute-rute bersepeda. Fasilitas lain yang bikin happy adalah sepeda bisa dibawa ke dalam kereta api ataupun bis. LRD - sumber: Gadis.co.id
0

Teknologi Masa Depan


Dari waktu ke waktu teknologi ponsel selalu berkembang. Dari segi desain maupun fungsi telah banyak mengalami perkembangan sehingga perlu dilakukan eksplorasi yang lebih dari produsen guna menjawab tantangan waktu. Konsep handphone ramah lingkungan menjadi salah satu gagasan para pengembang untuk mengawali langkah menyambut teknologi handphone masa depan.

Saat ini berbagai desain telah muncul sebagai gambaran teknologi handphone masa depan. Mungkin konsep-konsep mutakhir nan pintar ini terlihat aneh di waktu sekarang, namun bukan tidak mungkin di waktu yang akan datang bisa menjadi barang nyata dan hal yang lazim di zamannya. Bukankah di masa lalu kita tak pernah membayangkan sebuah gadget ponsel yang memiliki fitur layar sentuh sebagai navigasi? Dan waktupun menjawabnya. Saat ini, ponsel touchscreen bertebaran dimana-mana dengan hampir semua vendor terkenal ikut bermain di pasar ini.

Bagaimana tampilan dan bentuk desain yang diproyeksikan untuk 
teknologi handphone masa depan tersebut? Mari sama-sama kita simak pembahasan singkat yang dikumpulkan dari berbagai sumber berikut ini :
Teknologi Handphone Masa Depan, leaf phone ponsel daunLeaf Phone
Leaf Phone atau dalam bahasa Indonesia berarti ponsel daun ini terlihat indah akan tetapi tidak mengurangi nilai fungsionalnya sebagai sebuah handphone. Berwujud seperti daun kembar yang dijadikan satu dengan pengikat khusus. Kita bisa meletakkan gadget ini di pergelangan tangan atau bahkan tempat tertentu di badan sesuai yang kita inginkan.

sticker phone
Sticker Phone
Dari sebutannya saja sudah kelihatan bahwa ponsel tersebut efektif untuk ditempelkan di semua tempat. Jika Sticker Phone menempel pada dinding atau pintu yang terkena langsung sinar matahari, handphone ini dapat mengisi ulang baterai dengan sendirinya. Ini bisa terjadi karena didalam handphone tersebut terdapat panel tenaga surya. Wah.. jika nanti bisa direalisasikan maka satu lagi terobosan di dunia ponsel, sebuah alat yang inovatif dengan tenaga surya sebagai teknologi alternatif baterai di masa depan, sehingga kita tak perlu repot-repot mencari colokan listrik atau kemana-mana ribet menenteng charger baterai. 

Ponsel Cobalto phone
Cobalto
Teknologi handphone yang satu ini terlihat futuristik. Pada bagian atas Cobalto terdapat layar 3D yang akan berfungsi menampilkan obyek di sekitar pencarian saat pengguna Google Maps menentukan sebuah tempat. Sebagai contoh jika kita membidik suatu obyek dan didekatnya terdapat tower atau bangunan tinggi, maka tower tersebut akan terlihat tampil ke atas seperti keluar dari layar. Semua body dari alat ini dibuat berbahan baku kaca.


ponsel packet
Packet
Adalah ponsel yang terbuat dari komponen layar bersifat fleksibel. Packet pada mulanya merupakan handphone mini biasa tapi tersusun dari beberapa lipatan dan jika kita membukanya step by step maka ukurannya akan semakin besar. Teknologi yang Unik bukan?



Ponsel Mobile Script
Mobile Script
Mobile Script mulanya hanya kelihatan kotak panjang seperti handphone pada umumnya. Namun siapa yang mengira jika alat ini menyimpan layar berukuran besar yang tersembunyi! Karena multifungsi maka bersama teknologi layar ini kita bisa mengoperasikan berbagai fitur. Salah satunya kita bisa menggunakannya untuk bermain game dengan leluasa.

Handphone Fujitsu Pebble
Fujitsu Pebble
Tidak ada yang istimewa dari penampilan Fujitsu Pebble ini. Tapi Anda akan terkesima saat layar handphone yang tadinya cuma terlihat satu titik hitam, akan segera merubah dirinya sehingga berwujud browser, keypad dan aplikasi yang lain setelah kita memencet tombol tertentu. Teknologi handphone masa depan yang pantas kita nantikan kehadirannya.






Ponsel Nokia MorphNokia Morph
Menurut rumor yang berkembang, Nokia Morph adalah ponsel pintar yang sanggup membersihkan dirinya sendiri dari kotoran yang menempel. Mengusung teknologi Nano, layar dalam handphone ini transparan dan dapat disesuaikan bentuknya menurut selera penggunanya. Selain itu, Nokia Morph juga berbodi fleksibel.


Itulah beberapa informasi berupa ide unik sebagai jawaban atas gambaran teknologi handphone masa depan. Mungkin masih terdapat contoh lainnya yang tidak tercover oleh penulis. Kita berharap semua rancangan ini dapat terwujud karena akan sangat disayangkan jika konsep-konsep tersebut hanya berhenti di tengah jalan.
0

Cara Menghilangkan Rasa "MALAS"


Mengapa kita begitu malas?
Padahal tugas kuliah / pekerjaan kita masih menumpuk?
Satu kata yang mewakili yaitu
“JENUH“
Mari menghilangkan rasa malas dari dalam mind kita, dan melakukan beberapa inovasi untuk menghilangkan musuh kita itu dari dalam diri kita yaitu
“MALAS“
Malas bisa kita hindari ketika ia datang menyerang kemauan dan semangat kita, di bawah ini ada beberapa tips antara lain:
1. Membasuh muka atau mandi ketika kantuk menyerang.
2. Mengubah posisi duduk ketika membaca. Misalnya dari duduk berubah menjadi berdiri, namun disarankan jangan dari duduk terus berbaring bisa berbahaya atau bisa kebablasan tidur.
3. Berpindah dari ruang baca ke kamar yang lain. Kalau sebagai anak kos bisa disiasati, berpindah dari kamar kita ke beranda kos, ruang tamu atau bahkan bisa juga ke dapur.
4. Menghirup udara yang segar dengan cara berdiri di dekat jendela atau membuka jendela-jendela kamar lain untuk menambah kesegaran. Sebagai anak kos bisa disiasati dengan menciptakan aroma terapi, misalnya dengan menyemprot ruangan dengan wangi-wangian dan jika ada kipas angin, bisa menyetel kipas untuk menyebarkan wangi-wangian tersebut ke segala ruang. Karena mungkin tidak semua anak kos mempunyai jendela kamar.
5. Berjalan-jalan sebentar di sekeliling rumah. Bisa diganti dengan kegiatan yang lain misalnya merapikan rak yang berantakan, atau kegiatan yang lain yang bisa menggerakkan otot-otot kita.
6. Berbincang-bincang sebentar dengan keluarga atau teman sekos namun mengenai hal mubah bukan keharoman. Hati-hati jangan sampai lupa tujuan utama dalam berbincang-bincang yaitu untuk menumbuhkan semangat, bukan untuk ngobrol bahkan meng-ghibah.
7. Berdiri membuat secangkir kopi, teh, susu atau juice untuk menghilangkan kebosanan dan menjernihkan akal.
8. Mengubah kegiatan monoton. Misal bosan menghafalkan surat berganti dengan membaca, jika membaca bosan bisa diganti dengan mendengarkan kajian lewat CD.
Itulah beberapa tips agar kita bisa terjauh dari penyakit malas. Akan tetapi yang paling utama jangan sampai kita lupa berdo’a agar TUHAN senantiasa memberi kita semangat dan agar menjauhkan diri kita dari penyakit malas tersebut.
Semoga Tips ini bermanfaat bagi kita semua dalam melanjutkan pekerjaan kita yang tertunda.
0

Komputer Masa Depan



Saat ini, personal computer (PC) dan ponsel cerdas bisa melakukan banyak hal yang memudahkan pekerjaan manusia. Di masa depan, kemampuan kedua piranti ini pun akan kian berkembang pesat.

Ya, kemampuan yang sudah dipunyai oleh komputer atau gadget saat ini akan semakin bertambah dan berubah dalam waktu lima tahun ke depan. Demikian prediksi perusahaan hardware asal Amerika Serikat (AS), IBM.

IBM mengatakan, akan ada lima tren yang akan booming pada lima tahun yang akan datang. Perusahaan kenamaan tersebut menyebut prediksinya tersebut '5 in 5'.

Dikutip detikINET dari Mashable, Senin (17/12/2012), komputer nantinya akan mempunyai kemampuan tambahan yang lebih 'manusiawi', seperti mendengar, membaui, melihat, menyentuh dan merasakan.

Kelima kemampuan yang biasa ada di indra manusia ini, disebutkan oleh IBM, akan tergabung menjadi satu dalam grand concept yang disebut cognitive computing.

Sebagai contoh, sebuah komputer menyadari tidak akan melihat sebuah lukisan hanya sebagai satu set titik data menggambarkan stroke warna, pigmen dan kuas, melainkan benar-benar akan melihat objek secara holistik sebagai sebuah lukisan, dan bisa tahu apa artinya.

"Itu cara berpikir yang berbeda dari komputasi," kata Bernie Meyerson, Wakil Presiden IBM. 

"Anda harus mengubah cara berpikir tentang menyerap data. Sehingga tidak bisa hanya mengambil gambar dan file gambar. Anda harus memperlakukan gambar sebagai entitas pada tingkat yang sangat tinggi, dibandingkan dengan hitungan bit semata," tandasnya.
0

10 Film Indonesia yang Pernah Masuk Seleksi Piala Oscar

Setiap tahunnya, Persatuan Produser Film Indonesia (PPFI) memilih satu film produksi sineas Indonesia untuk menjadi wakil negara dalam ajang prestisius, Academy Awards.

Sejak tahun 1984, setiap tahunnya PPFI mengirimkan sebuah film untuk berkompetisi dengan puluhan film dari negara-negara lain dalam kategori Best Foreign Languange Film. Memang hanya 5 yang nantinya diumumkan di pesta puncak ajang Oscar dan sayangnya wakil Indonesia belum pernah masuk ke 5 besar setiap tahunnya.

Tahun ini, Indonesia mengirimkan SANG PENARI untuk ikut dalam seleksi. Film, garapan Ifa Isfansyah ini sebelumnya menang sebagai Film Terbaik FFI 2011. Adaptasi novel RONGGENG DUKUH PARUK karya Ahmad Tohari ini kini menjadi harapan perfilman Indonesia untuk lebih dikenal dunia lewat ajang sebesar Oscar.

Menang atau tidak itu persoalan nanti, yang pasti Indonesia patut bangga karena film-filmnya diakui juri Oscar sebagai kontestan yang patut diperhitungkan.

Yuk intip film apa saja yang pernah menjadi wakil Indonesia!

1. Sang Penari (Tiny Dancer)

Novel RONGGENG DUKUH PARUK karya Ahmad Tohari diadaptasi dengan baik oleh Ifa Isfansyah. Garapannya ini menghasilkan Piala Citra FFI 2011 sebagai Film Terbaik.

SANG PENARI bercerita tentang cerita cinta antara Rasus (Oka Antara) dan Srintil (Prisia Nasution) dengan setting desa miskin di era 1960-an. Keduanya saling mencinta.

Akan tetapi, Srintil yang dipercaya sebagai titisan ronggeng harus mengabdikan diri kepada seluruh warga desa. Rasus merasa cintanya dirampas, ia pun memutuskan pergi dari desa untuk menjadi tentara.

Rasus yang terus memendam cintanya memutuskan untuk kembali ke desa demi menemui Srintil. Keputusannya ini menuntunnya ke sebuah persimpangan, antara membela negara dan merebut cintanya kembali.

2. Dibawah Lindungan Kabah (Under The Protection Of Kabah)

Hanny R Saputra mengangkat kisah novel karya Buya Hamka menjadi drama cinta yang megah dan mendayu. DI BAWAH LINDUNGAN KABAH dipilih mewakili Indonesia pada ajang Oscar 2012.

Film yang dibintangi oleh Herjunot Ali dan Laudya Chintya Bella ini mengambil setting daerah Minangkabau, Sumatera Barat, di era 1920an. Hamid (Junot) dan Zainab (Bella) tak bisa mempersatukan cinta mereka karena perbedaan kelas sosial (ekonomi) mereka. Hal tersebut tak membuat keduanya patah semangat untuk merajut cinta dan berbagi impian.

Keduanya harus berjuang terus membuktikan bahwa setiap orang berhak mencintai dan dicintai. Cinta keduanya pun diuji dengan berat saat Hamid diusir dari kampung atas tuduhan melanggar norma susila, sedang Zainab akan dijodohkan oleh orang tuanya.

3. Alangkah Lucunya Negeri Ini (How Funny This Country Is)



Muluk (Reza Rahadian) adalah sarjana lulusan S1 yang kesulitan mendapat pekerjaan meski sudah melamar ke sana ke mari. Pencariannya yang panjang akhirnya berakhir pada sebuah kelompok pencuri yang sebagian besar terdiri dari anak-anak. Demi memperoleh status "pekerja", Muluk menawarkan diri menjadi manajer hasil curian di kelompok tersebut.

Film garapan Deddy Mizwar ini menawarkan banyak sekali kritik sosial kepada masyarakat tenang persoalan sosial, agama, norma, sampai budi pekerti. Tokoh Muluk dalam cerita ini dibenturkan pada dilema antara mengentaskan pencuri-pencuri kecil tersebut atau tidak melakukan apa-apa karena ia tahu hal tersebut pasti ditentang oleh lingkungan sosial.

Alangkah Lucunya Negeri Ini menjadi wakil Indonesia untuk Oscar tahun 2011, namun tidak berhasil sampai 5 besar.

4. Jamila dan Sang Presiden (Jamila And The President)


Duet Atiqah Hasiholan dan Christine Hakim diarahkan oleh Ratna Sarumpaet untuk bermain apik dalam film drama politik berat berbalut kisah pembunuhan.

Jamila (Atiqah Hasiholan) adalah seorang pekerja seks komersial yang dipenjara karena telah membunuh seorang menteri. Selama di penjara, sipir Ria (Christine Hakim) mencari tahu tentang latar belakang Jamila dan apa yang menjadi sebab ia menjadi pembunuh.

Film ini dengan gayanya yang kelam memaparkan tentang perdagangan manusia yang marak terjadi di negara berkembang, khususnya Indonesia.

Jamila dan Sang Presiden diikutkan seleksi pada Oscar 2010 dan tak berhasil lolos ke peringkat 5 besar.

5. Denias Senandung Diatas Awan (Denias Singing In The Cloud)

Sutradara John de Rantau mengajak kita ke tanah Papua dan mengenalkan pemandangannya yang indah lewat Denias. Seluruh lanskap indah tanah Papua direkam dan dimasukkan ke dalam film.

Akan tetapi bukan itu yang membuat film ini kuat. Kisah Denias (Albert Fakdawer), seorang anak yang hidup di desa terpencil Papua, dalam memperjuangkan hak pendidikan lah yang patut diacungi jempol.

Denias bersaing dengan THE PHOTOGRAPH dan juga OPERA JAWA untuk ajang seleksi tahun 2008. Film ini akhirnya terpilih meski pada akhirnya tak bisa masuk 5 besar.

6. Berbagi Suami (Love For Shared)

Berbagi Suami menceritakan 3 kisah para wanita dari berbagai kelas sosial, agama, dan etnis. Meski berbeda latar belakang, ketiganya sama-sama menyoal tentang isu poligami.

Ketiga kisah di dalam film antara lain:

Kisah Salma (Kalangan atas, etnis Betawi)
Kisah Siti (Kalangan bawah, etnis Jawa )
Kisang Ming (Etnis Cina)
Didukung oleh ensemble cast yang mumpuni, ketiga kisah yang ternyata berkaitan satu sama lain ini menjadi sebuah suguhan drama bermutu yang berisi kritik sosial.

Berbagi Suami diikutsertakan dalam ajang Oscar 2007 namun tak berhasil mencapai 5 besar.

7. GIE

Dari CATATAN SEORANG DEMONSTRAN, Riri Riza menghasilkan karya yang megah serta kolosal. Dalam penggarapannya, Riri melibatkan banyak orang baik sebagai pemeran utama dan pendukung, mau pun para figuran.

GIE bercerita tentang sosok Soe Hoe Gie (Nicholas Saputra), mahasiswa Universitas Indonesia yang kritis sebagai aktivis dan juga seorang pecinta lingkungan. Film ini merupakan biopik kehidupan sang aktivis dengan sedikit dramatisasi.

Soe Hoe Gie semasa hidupnya terus memperjuangkan keadilan di Indonesia. Salah satu tujuannya menggerakan mahasiswa untuk menggulingkan rezim Soekarno meski sejatinya ia menghormati Soekarno sebagai founding father Indonesia. GIE menyorot tentang usahanya tersebut serta kehidupannya selepas rezim Soekarno runtuh.

GIE berhasil menjadi Film Terbaik FFI 2005. Keikutsertaannya dalam ajang Oscar 2005 tak sampai 5 besar kandidat Best Foreign Language Film.

8. Biola Tak Berdawai (Stringless Volin)

Biola Tak Berdawai bercerita tentang kehidupan Renjani (Ria Irawan), seorang balerina yang sedang memulihkan diri akibat pernah diperkosa. Dalam pemulihan dirinya tersebut, Renjani memutuskan untuk membangun sebuah panti asuhan.

Niat mulianya tersebut mempertemukannya dengan orang-orang baru dalam kehidupannya, seperti Dr. Wid (Jajang C Noer), seorang dokter yang adalah anak dari seorang pelacur dan juga Dewa (Dicky Lebrianto) seorang anak cacat yang mengalami distorsi fungsi otak.

Rasa sayang Renjani kepada Dewa membuatnya bertekad untuk terus merawat "anaknya" tersebut. Sampai suatu saat ia tahu bahwa Dewa bisa sembuh dengan terapi musik. Ia pun bertemu dengan Bhisma (Nicholas Saputra) seorang pemain biola yang membantunya untuk menyembuhkan Dewa.

Film drama yang punya ending mengejutkan ini disutradarai oleh Sekar Ayu Asmara.

9. Ca Bau Kan (The Courtesan)



Ca Bau Kan adalah film drama yang diangkat dari novel karya Remy Sylado. Setting ceritanya mencakup zaman kolonial Belanda di era 1930-an, pendudukan Jepang pada 1940-an, sampai pasca-kemerdekaan tahun 1960.

Ca Bau Kan dalam bahasa Hokkian punya arti "perempuan". Pada saat zaman kolonial istilah ini diasosiasikan dengan pelacur, gundik, atau perempuan simpanan orang Tionghoa.

Film ini mengangkat kisah kehidupan seorang wanita pribumi bernama Tinung (Lola Amaria), seorang ca-bau-kan yang hidup di daerah Kaljodo, Batavia. Kehidupan Tinung berat dan berliku, namun sejak pertemuannya dengan Tan Pen Liang (Ferry Salim), ia bisa menata hidupnya kembali meski melalui perjuangan panjang.

Film ini disutradarai oleh Nia di Nata, dan dimainkan antara lain oleh Niniek L. Karim, Ferry Salim dan Lola Amaria.

10. Daun Diatas Bantal (Leaf On A Pillow)

Daun Diatas Bantal adalah film garapan salah satu maestro perfilman tanah air, Garin Nugroho. Film yang berkisah tentang kehidupan anak jalanan di kota Yogyakarta ini makin kuat dari segi keaktingan dengan hadirnya Christine Hakim sebagai ibu Asih.

Yang membuat film ini unik selain ceritanya yang solid adalah para pemerannya yang terdiri dari anak-anak jalanan sungguhan. Dengan cerdik Garin mengarahkan mereka memerankan kisah mereka sendiri.

Meski tak lolos nominasi Oscar, Daun Diatas Bantal masuk Un Certain Regard section pada Cannes Film Festival 1998.

Sumber

Subscribe Us!

Suka dengan artikel-artikel yg ada disini? Silahkan berlangganan! Masuk ke E-Mail untuk mendapat artikel ter-up to date dari Wall Info!

Back to Top