Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
0

'Think Like A Man Too' Geser ’22 Jump Street’ di Box Office

Film komedi sekuel “Think Like A Man Too” sukses melengserkan posisi film sekuel komedi lainnya ‘22 Jump Street‘ dari puncak tangga box office pekan ini.

“Think Like A Man Too” menjadi jawara dengan meraup pendapatan mencapai USD 30 juta (sekitar Rp 360 miliar). Sementara itu film Channing Tatum, "22 Jump Street", berada di peringkat kedua dengan penghasilan sebesar USD 29 juta (sekitar Rp 348 miliar). Peringkat tersebut turun dari posisi jawara minggu lalu.

Sedangkan posisi ketiga dihuni oleh film animasi "How to Train Your Dragon 2". Sekuel dari "How to Train Your Dragon" mampu meraih USD 25,3 juta (sekitar Rp 304 miliar) di minggu kedua pemutarannya. Posisi selanjutnya diraih oleh film musikal adaptasi Broadway, "Jersey Boys", di peringkat keempat dengan meraup USD 13,5 juta (sekitar Rp 162 miliar).

"Think Like A Man Too" berkisah tentang petualangan para pasangan "Think Like A Man" di Las Vegas. Film komedi ini diarahkan sutradara Tim Story dan diproduksi oleh Sony Pictures. Bintang-bintang lain yang ikut memeriahkan film tersebut diantaranya Kevin Hart, Adam Brody, Michael Ealy, Jerry Ferrara, Meagan Good dan Regina Hall.


Ya, “Think Like A Man Too” sayangnya dipastikan hanya akan mampu memuncaki box office sampai 1 pekan saja, karena pekan depan sudah pasti ‘terlibas’ oleh Optimus Prime dan kawan-kawan dalam “Transformers: Age of Extinction”.

Hogwarts dibuka untuk Umum pada 8 Juli

Bagi para penggemar cerita "Harry Potter", tentu tak asing lagi dengan sekolah sihir Hogwarts. Kini sekolah sihir itu akan dibuka di Universal Studio Orlando pada 8 Juli 2014 mendatang.

Tentunya ini bukan sekolah resmi untuk belajar ilmu sihir, tapi hanya taman hiburan yang dibuat sedemikian rupa mirip dengan situasi Diagon Alley, lengkap dengan para Muggle dan Hogwarts Express.

Menurut Pejabat Universal Studio, nantinya para pengunjung akan bisa mengunjungi gringgots, membantu mereka untuk mengambilkan benda ajaib dan menciptakan kembali seperti dalam serial film "Harry Potter". Pengunjung akan dikenakan dua tiket sekaligus. Di mana tiket pertama untuk masuk ke dalam tamannya sendiri, dan untuk masuk ke dalam sekolah "Harry Potter" ini diperlukan tiket tambahan.

Untuk dewasa tiket terusan masuk Taman Hiburan beserta dengan sekolah "Harry Potter" dibanderol seharga USD136 (sekitar Rp 1,6 juta) dan untuk anak-anak dibanderol USD130 (sekitar Rp 1,5 juta).


Kamu tertarik untuk datang?

0

CELEBRITY WORSHIP SYNDROME????

Awalnya, kita melihatnya di TV, internet, atau film. Selalu ada berita-berita baru tentang mereka. Lalu kita tertarik kepada mereka, dan menjadi ‘stalker’ mereka. Kita membuka  Google, Twitter, Facebook, Youtube untuk melihat semua berita tentang mereka, setiap hal-hal kecil dari mereka. Kita membeli barang-barang yang berhubungan dengan mereka.  Nah loh, apa kita mempunyai gangguan kejiwaan memuja selebriti? 

Sindrom
Wajar jika kita memiliki idola, bahkan dapat memberi dampak positif, seperti memotivasi untuk sukses seperti mereka. Tetapi, jika sudah mempengaruhi kehidupan sehari-hari, bisa gawat!

Menurut ahli psikologi, ada 3 level dalam sindrom ini.

Entertainment social, level rendah.

  • Kita suka membicarakan idola dengan teman kita.
  • Menonton, membaca, dan mendengarkan idola kita, karena itu menyenangkan.
  • Selalu update dengan berita-berita yang berhubungan dengan idola kita.
Pada level ini, kita tertarik kepada idola karena bakat mereka, dan tidak membahayakan.

Intense Personal, level menengah.

  • Kita menganggap bahwa idola kita adalah soul mate kita.
  • Apapun yang terjadi kepada idola kita, kita juga merasakannya.
  • Kita mempunyai barang-barang yang berhubungan dengan idola kita, yang kita simpan disuatu tempat.
Pada level ini, kita memiliki perasaan yang posesif terhadap idola.

Borderline Pathologocial, level extreme.

  • Jika seseorang memberi kita banyak uang untuk membeli apa yang kita mau, kita akan membeli barang-barang pribadi (seperti serbet dan alat makan) idola.
  • Kita sering terdorong untuk mempelajari kebiasaan pribadi idola.
  • Kita sering berfantasi tentang idola, yang menimbulkan keyakinan delusi.
Pada level ini, sikap kita enggak terkontrol.
Tips:

Intropeksi Diri Sendiri
Apa sikap kita terhadap idola menghasilkan sesuatu yang positif? Jangan sampai sikap itu malah merugikan kita, ya. 

Ganti Aktivitas
Ngapain ngabisin waktu untuk idola? Lebih baik kita menghabiskan waktu bareng keluarga dan sahabat. Kita bisa jalan-jalan, atau baca buku. Gak apa, kita membicarakan idola, tetapi jangan sampai melakukan hal-hal bodoh.

Jangan Mudah Terhasut
Konser, meet and greet, fansign, dateng nggak ya? Pasti pernah mikir seperti itu, tapi dipertimbangin lagi, deh, ganggu sekolah atau engga? Jangan sampai kita bolos sekolah cuma untuk dateng ke acara-acara tersebut yaaa.

Nah, udah pada tau kaaan apa itu Celebrity Worship Syndrome... hmmm, kalian termasuk ngga?
0

Film Terakhir Doraemon: Stand By Me


 

Siapakah yang tidak mengenal sosok Doraemon? Di Indonesia, robot kucing ajaib dari masa depan ini sangat terkenal. Kini, Doraemon akan mendapat penggarapan baru melalui konsep yang kabarnya belum pernah dilakukan sebelumnya.
Melalui judul baru bertajuk Stand By Me Doraemon, sang robot kucing populer itu akan dibawa ke dalam dunia 3 dimensi, dimana desain karakternya dibuat melalui grafis komputer, seperti diwartakan Anime News Network.
Film baru Doraemon ini, sekaligus merayakan ulang tahun mendiang salah satu pengarangnya, Fujiko F. Fujio (Hiroshi Fujimoto) yang ke-80. Format animasi komputernya bakal menggunakan konsep proyeksi 3 dimensi stereoskopis.
Stand By Me Doraemon melibatkan nama-nama sineas ternama di dunia film dan anime. Sebut saja Takashi Yamazaki (Returner, Space Battleship Yamato) dan Ryuichi Yagi (Moyashimon). Keduanya memimpin proyek ini sebagai sutradara.
Takashi dan Ryuichi sempat berkolaborasi sebelumnya dalam anime 3 dimensi bertajuk Friends: Mononoke Shima no Naki. Film tersebut merupakan kolaborasi pertama mereka. Sehingga, Stand By Me Doraemon akan menjadi proyek mereka yang kedua kalinya.
Manga Doraemon pertama kali diciptakan oleh duet Fujiko Fujio (Hiroshi Fujimoto dan Motoo Abiko) pada 1969. Karakter Doraemon diceritakan kembali ke masa lalu untuk membantu anak laki-laki bernama Nobita. Doraemon datang atas permintaan dari cucu Nobita yang ada di masa depan.
Kisahnya sendiri bertema kehidupan sehari-hari dengan bumbu fiktif, dimana Doraemon mampu menyimpan dan mengambil benda-benda ajaib dari masa depan di dalam sebuah kantong.
Manga Doraemon sudah diterbitkan sebanyak 45 jilid dan berakhir pada 1996. Serial televisinya dibuat dalam format anime dan sudah mencapai 3 seri selama 4 dekade. Bahkan, anime bioskopnya pun sudah dirilis dalam berbagai judul.
Proyek film 3 dimensi Doraemon sudah direncanakan sejak 3 tahun lalu setelah film Friends: Mononoke Shima no Naki selesai. Pembuatan Stand By Me Doraemon dikabarkan memakan waktu lebih dari satu tahun. Momen saat Doraemon mengambil barang-barang dari dalam kantongnya, serta saat para karakter terbang dengan baling-baling bambu adalah beberapa adegan yang diklaim oleh Ryuichi Yagi layak untuk dilihat.
Uniknya, proses pembuatan animasi 3 dimensi ini dilakukan setelah rekaman suara dilaksanakan. Sehingga, gerakan animasinya dibuat menyesuaikan suara yang sudah direkam, suatu teknik yang tidak biasa dilakukan oleh para animator lain. Bahkan, objek yang menjadi latar belakang di dalam film mengambil benda-benda atau tempat-tempat sungguhan.
Bagi yang menantikan penayangan film ini, diharapkan untuk sabar menunggu kabar selanjutnya. Sambil menunggu Stand By Me Doraemon, film anime 2 dimensi terbaru berjudul Eiga Doraemon Shin Nobita no Daimakyo ~Peko to 5-nin no Tankentai~ akan tayang perdana di Jepang pada 8 Maret 2014 mendatang.
0

Film Horror Yang Dibuat Berdasarkan Kisah Nyata

Beberapa film horror sering dibubuhi keterangan "Berdasarkan Kisah Nyata". Namun tak sedikit yang menjadikannya hanya sebagai trik agar film tersebut laris. Cukup susah membedakan film yang terinspirasi kejadian sesungguhnya atau hanya rekaan saja.

1. The Amityville Horror
Film ini mengisahkan pasangan suami-isteri John dan Kathy Lutz beserta anak-anak mereka yang membeli rumah di Long Island. Rumah tersebut ternyata menjadi lokasi pembunuhan masal bertahun-tahun lalu. Keluarga Lutz pun diteror oleh berbagai kejadian seram dan dipaksa pergi oleh hantu dari rumah mereka.

Film ini diangkat dari kisah nyata George dan Kathy Lutz (pada film, nama sang suami George diganti menjadi John) berdasarkan pengalaman mereka saat membeli rumah di Amityville. Pasangan suami-isteri ini mendengar berbagai suara aneh meskipun siang hari. Mereka juga melihat lendir berwarna hijau mengalir keluar dari dinding rumah, sehingga keluarga Lutz berlari keluar rumah ketakutan.




2. The Entity
Film Entity termasuk film horror konsumsi dewasa, yang bercerita tentang Carla Morgan, seorang ibu tunggal dengan tiga anak. Ia diperkosa berulang kali oleh hantu aneh di rumahnya.

Film ini diangkat dari kisah nyata Doris Bither yang tinggal di Culver City, California. Pada tahun 1974 paranormal Kerry Gaynor dan Barry Taff dipanggil karena Bither mengaku telah mengalami kekerasan fisik seksual oleh mahluk halus.

Gaynor dan Taff menyaksikan benda-benda bergerak di rumahnya, termasuk foto penampakan cahaya mengambang. Tetapi mereka tidak pernah melihat penyerangan hantu terhadap Bither. Gangguan hantu berkurang setelah Bither dan keluarga pindah rumah.




3. The Exorcism of Emily Rose
Film Exorcism mungkin jadi film horror paling populer. Kisahnya sendiri terinspirasi dari pengalaman hidup seorang gadis Jerman 16-tahun bernama Annelise Michel. Ia mengalami kerasukan yang parah, menyiksa diri sendiri, kelaparan hingga kelumpuhan.

Penderitaanya berlangsung hingga 7 tahun hingga akhinya dua imam dipanggil dan melakukan eksorsisme - ritual pengusiran roh jahat. Mereka menyatakan bahwa Michel dirasuki banyak hantu. Michel akhirnya meninggal bulan Juli 1976 karena kelaparan. Orang tua dan dua imam tadi diajukan ke pengadilan dengan dugaan pembunuhan.

Kisah Annelise Michel yang kemudian diangkat ke dalam film, nama tokoh diganti menjadi Emily Rose. Namun, plot cerita berjalan serupa dengan kejadian nyata.



4. Wolf Creek
Sebenarnya fim Wolf Creek tidak termasuk film horror yang berkaitan langsung dengan para hantu, melainkan pembunuh berantai. Dalam film diceritakan tiga pengelana (backpackers) disandera oleh seorang psikopat gila.

Film ini diangkat dari kisah Ivan Milat, seorang pembunuh berantai yang bertanggung jawab atas kematian tujuh backpackers di sekitar Belanglo State Forest, Australia sekitar tahun 90an. Milat menguntit pejalan kaki sebelum akhirnya ia menembak, menusuk, mencekik atau memukul korbannya sampai mati. Pihak berwajib cukup kesulitan menangkap Milat karena tak ada motif atau pola tertentu saat melakukan kejahatan, selain tujuan psikopat ini hanya satu: membunuh.




5. The Haunting in Connecticut
Film ini bercerita tentang keluarga Campbell yang terpaksa pindah ke sebuah tempat bekas kamar mayat. Ini dilakukan agar mereka bisa dengan cepat pergi ke rumah sakit tempat anak mereka dirawat karena kanker. Ternyata bekas kamar mayat tersebut penuh kekuatan jahat, mereka pun dihantui berbagai teror menyeramkan.

Film ini terinspirasi pada kisah Carmen Snedecker dan keluarganya yang pindah ke Connecticut pada era 80-an agar lebih dekat dengan anak mereka Phillip, yang menerima perawatan kanker di rumah sakit. Ternyata kondisi Phillip menjadi tidak menentu dan mengklaim bahwa rumah itu berhantu, namun orang tuanya percaya bahwa ia mengalami skizofrenia.



0

Film "Shaun The Sheep" Akan Tayang pada 2015


Film Shaun the Sheep, salah satu karakter animasi paling populer saat ini, akan diputar di bioskop pada musim semi 2015.

Shaun The Sheep The Movie

Aardman Animations, pencipta Shaun, bekerja sama dengan StudioCanal dalam pembuatan film tersebut.

Shaun dikisahkan berpetualang ke kota bersama rekannya, si anjing gembala Blitzer dan seluruh kawanan domba untuk menyelamatkan petani majikan mereka yang terpaksa meninggalkan peternakan.

StudioCanal membiayai dan mengedarkan film ini di Inggris, Prancis, Jerman, Australia dan Selandia Baru.

Richard Starzak akan menggarap naskah film, sedangkan tugas sutradara dipercayakan pada Mark Burton.

Shaun pertama kali muncul di film pendek pemenang Oscar, A Close Shave, sebelum menjadi bintang serial televisi yang diputar di lebih dari 170 negara sejak 2007.

"Shaun dan kawan-kawannya memiliki penggemar yang besar di seluruh dunia," kata David Sproxton, direktur dan pendiri Aardman.

"Kami sangat senang karena bisa membawa mereka berpetualang ke layar lebar."

Karakter animasi Aardman sebelumnya meliputi Chicken Run dan Wallace & Gromit: The Curse of the Were-Rabbit.

0

Sekuel 'Finding Nemo', 'Finding Dory' Rilis November 2015



Jakarta - Masih ingat dengan petualangan ikan-ikan lucu untuk menemukan jalan pulang di film 'Finding Nemo'? Walt Disney Pictures dan Pixar Animation Studio baru saja secara resmi mengumumkan jadwal rilis sekuel film tersebut.

Disney dan Pixar berencana merilis film tersebut pada 25 November 2015. Andrew Stanton kembali didapuk untuk menduduki kursi sutradara.

Ellen DeGeneres akan kembali mengisi suara untuk karakter Dory, ikan tang biru pelupa yang membantu Marlin menemukan anaknya Nemo. Nah, dalam cerita sekuel film ini, giliran Dory yang 'menghilang'.

“Saya telah menunggu hari ini untuk waktu yang lama sekali. Saya tidak marah. Saya tahu orang-orang Pixar sibuk menciptakan ‘Toy Story 16’,” seloroh DeGeneres menyindir rumah produksi tersebut karena lanjutan film 'Finding Nemo' yang memerlukan waktu cukup lama.

'Finding Nemo' sendiri pertama kali dirilis pada 10 tahun lalu. Komedian berumur 55 tahun ini kemudian memberikan sedikit petunjuk tentang apa yang membuat sekuel film ini layak dinanti.

“Naskah yang fantastis, semua yang saya sukai di film pertama juga ada di sini. Banyak kebaikan, sangat lucu, dan yang paling penting Dory akan lebih banyak muncul,” tuturnya.

'Finding Dory' akan mengambil latar waktu satu tahun setelah film pertama di pantai California. Akan ada karakter lama maupun baru, tetapi tidak ada indikasi bahwa Albert Brooks akan kembali mengisi suara Marlin.

(ich/ich)

0

10 Film Indonesia yang Pernah Masuk Seleksi Piala Oscar

Setiap tahunnya, Persatuan Produser Film Indonesia (PPFI) memilih satu film produksi sineas Indonesia untuk menjadi wakil negara dalam ajang prestisius, Academy Awards.

Sejak tahun 1984, setiap tahunnya PPFI mengirimkan sebuah film untuk berkompetisi dengan puluhan film dari negara-negara lain dalam kategori Best Foreign Languange Film. Memang hanya 5 yang nantinya diumumkan di pesta puncak ajang Oscar dan sayangnya wakil Indonesia belum pernah masuk ke 5 besar setiap tahunnya.

Tahun ini, Indonesia mengirimkan SANG PENARI untuk ikut dalam seleksi. Film, garapan Ifa Isfansyah ini sebelumnya menang sebagai Film Terbaik FFI 2011. Adaptasi novel RONGGENG DUKUH PARUK karya Ahmad Tohari ini kini menjadi harapan perfilman Indonesia untuk lebih dikenal dunia lewat ajang sebesar Oscar.

Menang atau tidak itu persoalan nanti, yang pasti Indonesia patut bangga karena film-filmnya diakui juri Oscar sebagai kontestan yang patut diperhitungkan.

Yuk intip film apa saja yang pernah menjadi wakil Indonesia!

1. Sang Penari (Tiny Dancer)

Novel RONGGENG DUKUH PARUK karya Ahmad Tohari diadaptasi dengan baik oleh Ifa Isfansyah. Garapannya ini menghasilkan Piala Citra FFI 2011 sebagai Film Terbaik.

SANG PENARI bercerita tentang cerita cinta antara Rasus (Oka Antara) dan Srintil (Prisia Nasution) dengan setting desa miskin di era 1960-an. Keduanya saling mencinta.

Akan tetapi, Srintil yang dipercaya sebagai titisan ronggeng harus mengabdikan diri kepada seluruh warga desa. Rasus merasa cintanya dirampas, ia pun memutuskan pergi dari desa untuk menjadi tentara.

Rasus yang terus memendam cintanya memutuskan untuk kembali ke desa demi menemui Srintil. Keputusannya ini menuntunnya ke sebuah persimpangan, antara membela negara dan merebut cintanya kembali.

2. Dibawah Lindungan Kabah (Under The Protection Of Kabah)

Hanny R Saputra mengangkat kisah novel karya Buya Hamka menjadi drama cinta yang megah dan mendayu. DI BAWAH LINDUNGAN KABAH dipilih mewakili Indonesia pada ajang Oscar 2012.

Film yang dibintangi oleh Herjunot Ali dan Laudya Chintya Bella ini mengambil setting daerah Minangkabau, Sumatera Barat, di era 1920an. Hamid (Junot) dan Zainab (Bella) tak bisa mempersatukan cinta mereka karena perbedaan kelas sosial (ekonomi) mereka. Hal tersebut tak membuat keduanya patah semangat untuk merajut cinta dan berbagi impian.

Keduanya harus berjuang terus membuktikan bahwa setiap orang berhak mencintai dan dicintai. Cinta keduanya pun diuji dengan berat saat Hamid diusir dari kampung atas tuduhan melanggar norma susila, sedang Zainab akan dijodohkan oleh orang tuanya.

3. Alangkah Lucunya Negeri Ini (How Funny This Country Is)



Muluk (Reza Rahadian) adalah sarjana lulusan S1 yang kesulitan mendapat pekerjaan meski sudah melamar ke sana ke mari. Pencariannya yang panjang akhirnya berakhir pada sebuah kelompok pencuri yang sebagian besar terdiri dari anak-anak. Demi memperoleh status "pekerja", Muluk menawarkan diri menjadi manajer hasil curian di kelompok tersebut.

Film garapan Deddy Mizwar ini menawarkan banyak sekali kritik sosial kepada masyarakat tenang persoalan sosial, agama, norma, sampai budi pekerti. Tokoh Muluk dalam cerita ini dibenturkan pada dilema antara mengentaskan pencuri-pencuri kecil tersebut atau tidak melakukan apa-apa karena ia tahu hal tersebut pasti ditentang oleh lingkungan sosial.

Alangkah Lucunya Negeri Ini menjadi wakil Indonesia untuk Oscar tahun 2011, namun tidak berhasil sampai 5 besar.

4. Jamila dan Sang Presiden (Jamila And The President)


Duet Atiqah Hasiholan dan Christine Hakim diarahkan oleh Ratna Sarumpaet untuk bermain apik dalam film drama politik berat berbalut kisah pembunuhan.

Jamila (Atiqah Hasiholan) adalah seorang pekerja seks komersial yang dipenjara karena telah membunuh seorang menteri. Selama di penjara, sipir Ria (Christine Hakim) mencari tahu tentang latar belakang Jamila dan apa yang menjadi sebab ia menjadi pembunuh.

Film ini dengan gayanya yang kelam memaparkan tentang perdagangan manusia yang marak terjadi di negara berkembang, khususnya Indonesia.

Jamila dan Sang Presiden diikutkan seleksi pada Oscar 2010 dan tak berhasil lolos ke peringkat 5 besar.

5. Denias Senandung Diatas Awan (Denias Singing In The Cloud)

Sutradara John de Rantau mengajak kita ke tanah Papua dan mengenalkan pemandangannya yang indah lewat Denias. Seluruh lanskap indah tanah Papua direkam dan dimasukkan ke dalam film.

Akan tetapi bukan itu yang membuat film ini kuat. Kisah Denias (Albert Fakdawer), seorang anak yang hidup di desa terpencil Papua, dalam memperjuangkan hak pendidikan lah yang patut diacungi jempol.

Denias bersaing dengan THE PHOTOGRAPH dan juga OPERA JAWA untuk ajang seleksi tahun 2008. Film ini akhirnya terpilih meski pada akhirnya tak bisa masuk 5 besar.

6. Berbagi Suami (Love For Shared)

Berbagi Suami menceritakan 3 kisah para wanita dari berbagai kelas sosial, agama, dan etnis. Meski berbeda latar belakang, ketiganya sama-sama menyoal tentang isu poligami.

Ketiga kisah di dalam film antara lain:

Kisah Salma (Kalangan atas, etnis Betawi)
Kisah Siti (Kalangan bawah, etnis Jawa )
Kisang Ming (Etnis Cina)
Didukung oleh ensemble cast yang mumpuni, ketiga kisah yang ternyata berkaitan satu sama lain ini menjadi sebuah suguhan drama bermutu yang berisi kritik sosial.

Berbagi Suami diikutsertakan dalam ajang Oscar 2007 namun tak berhasil mencapai 5 besar.

7. GIE

Dari CATATAN SEORANG DEMONSTRAN, Riri Riza menghasilkan karya yang megah serta kolosal. Dalam penggarapannya, Riri melibatkan banyak orang baik sebagai pemeran utama dan pendukung, mau pun para figuran.

GIE bercerita tentang sosok Soe Hoe Gie (Nicholas Saputra), mahasiswa Universitas Indonesia yang kritis sebagai aktivis dan juga seorang pecinta lingkungan. Film ini merupakan biopik kehidupan sang aktivis dengan sedikit dramatisasi.

Soe Hoe Gie semasa hidupnya terus memperjuangkan keadilan di Indonesia. Salah satu tujuannya menggerakan mahasiswa untuk menggulingkan rezim Soekarno meski sejatinya ia menghormati Soekarno sebagai founding father Indonesia. GIE menyorot tentang usahanya tersebut serta kehidupannya selepas rezim Soekarno runtuh.

GIE berhasil menjadi Film Terbaik FFI 2005. Keikutsertaannya dalam ajang Oscar 2005 tak sampai 5 besar kandidat Best Foreign Language Film.

8. Biola Tak Berdawai (Stringless Volin)

Biola Tak Berdawai bercerita tentang kehidupan Renjani (Ria Irawan), seorang balerina yang sedang memulihkan diri akibat pernah diperkosa. Dalam pemulihan dirinya tersebut, Renjani memutuskan untuk membangun sebuah panti asuhan.

Niat mulianya tersebut mempertemukannya dengan orang-orang baru dalam kehidupannya, seperti Dr. Wid (Jajang C Noer), seorang dokter yang adalah anak dari seorang pelacur dan juga Dewa (Dicky Lebrianto) seorang anak cacat yang mengalami distorsi fungsi otak.

Rasa sayang Renjani kepada Dewa membuatnya bertekad untuk terus merawat "anaknya" tersebut. Sampai suatu saat ia tahu bahwa Dewa bisa sembuh dengan terapi musik. Ia pun bertemu dengan Bhisma (Nicholas Saputra) seorang pemain biola yang membantunya untuk menyembuhkan Dewa.

Film drama yang punya ending mengejutkan ini disutradarai oleh Sekar Ayu Asmara.

9. Ca Bau Kan (The Courtesan)



Ca Bau Kan adalah film drama yang diangkat dari novel karya Remy Sylado. Setting ceritanya mencakup zaman kolonial Belanda di era 1930-an, pendudukan Jepang pada 1940-an, sampai pasca-kemerdekaan tahun 1960.

Ca Bau Kan dalam bahasa Hokkian punya arti "perempuan". Pada saat zaman kolonial istilah ini diasosiasikan dengan pelacur, gundik, atau perempuan simpanan orang Tionghoa.

Film ini mengangkat kisah kehidupan seorang wanita pribumi bernama Tinung (Lola Amaria), seorang ca-bau-kan yang hidup di daerah Kaljodo, Batavia. Kehidupan Tinung berat dan berliku, namun sejak pertemuannya dengan Tan Pen Liang (Ferry Salim), ia bisa menata hidupnya kembali meski melalui perjuangan panjang.

Film ini disutradarai oleh Nia di Nata, dan dimainkan antara lain oleh Niniek L. Karim, Ferry Salim dan Lola Amaria.

10. Daun Diatas Bantal (Leaf On A Pillow)

Daun Diatas Bantal adalah film garapan salah satu maestro perfilman tanah air, Garin Nugroho. Film yang berkisah tentang kehidupan anak jalanan di kota Yogyakarta ini makin kuat dari segi keaktingan dengan hadirnya Christine Hakim sebagai ibu Asih.

Yang membuat film ini unik selain ceritanya yang solid adalah para pemerannya yang terdiri dari anak-anak jalanan sungguhan. Dengan cerdik Garin mengarahkan mereka memerankan kisah mereka sendiri.

Meski tak lolos nominasi Oscar, Daun Diatas Bantal masuk Un Certain Regard section pada Cannes Film Festival 1998.

Sumber
0

10 Film Horor Indonesia Terseram

Daftar Film Horor Indonesia Terseram ada beberapa yang menjadi Film Horor Indonesia Terseram ini, film bergenre horor merupakan film yang banyak digandrungi dan disukai masarakat yang sudah terbukti di bebagai bioskop tanah air film bergenre horor sangat laris dan selalu di sukai masarakat. Selain itu film bergenre horor juga dapat menimbulkan ketegangan bagi siapa yang menontonya. dan berikut saya sebutkan daftar film bergenre horor terseram dalam beberapa tahun terakhir


10. MATI SURI ( 2009 )
Sutradara: Rizal Mantovani
Pemain: Nadine Chandrawinata, Yama Carlos, Tyas Mirasih & Keith Foo
Produksi: Maxima Pictures
 
Sinopsis:
Abel (Nadine Chandrawinata) akan segera melangsungkan pernikahan dengan wisnu (Yama Carlos). Ditengah kebahagaiaan Abel menunggu hari besarnya tiba – tiba datang Lisa (Tyas Mirasih) yang mengaku mengandung anak Wisnu. Karena merasa terpukul dan stress, Abel akhirnya mencoba untuk bunuh diri. Beruntung nyawa Abel berhasil diselamatkan oleh Charlie (Keith Foo). Dalam beberapa hari Abel mengalami mati suri setelah melewati masa kritis Abel menerima tawaran Charlie untuk mendisain villa miliknya yang berada jauh dari keramaian. Dari villa itulah banyak hal – hal menyeramkan yang terjadi dalam hidup Abel.

Scary Moment:
Adegan mati lampu, saat sosok yang disebut Dajjal yang akan mengambil nyawa Abel. Sosok Dajjal adalah pocong yang dibungkus kain batik tradisional. Ya unsur etnik dan tradisional yang dibawa dalam penampakan Dajjal ditambah efek lighting yang dramatis membuat film ini tertolong karena selebihnya tidak ada yang menakutkan dan tidak ada yang istimewa.

 
9.  KESURUPAN ( 2008 )
Sutradara: Rizal Mantovani
Pemain: Nia Ramadhani, Shareefa Daanish, & Andhika Pratama
Produksi: MD Pictures
 
Sinopsis:
Felina (Nia Ramadhani) dan Alin (Shareefa Daanish) mengikuti program orientasi mahasiswa baru di sebuah hutan bernama Kayu Mati. Saat sedang jurit malam, Alin dan kawan – kawan malah tersesat di dalam hutan, bodohnya Alin justru membawa pulaang boneka yang ada di tempat mereka tersesat. Karena kejadian itu Alin jadi sering kesurupan tidak hanya saat kembali di tenda tetapi juga saat kembali ke Jakarta. Menurut dukun yang memeriksa Alin, boneka yang diambil Alin harus dikembalikan ke hutan Kayu Mati. Ditemani Marik (Andhika Pratama) senior Alin yang juga pacar Felina, mereka akhirnya harus berpetualang dalam hutan Kayu Mati yang angker.

Scary Moment:
Adegan Alin pertama kali kesurupan di dalam tenda sangat memorable dan cukup membuat merinding apalagi saat mulai berbicara dalam bahasa Sunda dan mengusir orang – orang. Akting Daanish disini tidak kalah menakutkan dibanding aktingnya sebagai Dara, Daanish mampu memberikan gesture dan ekspresi yang pas saat memainkan adegan kesurupan plus gerakan – gerakan senam lantai seperti kayang.

 
8. HANTU ( 2007 )
Sutradara: Adrianto Sinaga
Pemain: Dhea Ananda, Oka Antara, Dwi Andhika, Andhika Gumilang, & Monique
Produksi: Grandiz Media Production
 
Sinopsis:
Lima orang remaja Gali (Oka), Rinjani (Dhea Ananda), Ray (Dwi Andhika), Maya (Monique), dan Indra (Andhika Gumilamg) melakukan perjalanan ke sebuah hutan untuk mencari  sebuah danau bernama Setra Wingit. Kedatangan mereka sebenarnya tidak disukai oleh warga karena daerah Setra Wingit sendiri adalah daerah yang masih perawan dan sangat angker. Dasar anak muda – mudi kota tidak bisa dikasih tahu, akhirnya mereka nekat masuk hutan untuk mencari danau tersebut. Kenekatan mereka berbuah buruk, Rinjani kesurupan dan hilang alhasil Gali dan kawan – kawan harus bergelut dengan seramnya hutan untuk menemukan Rinjani.

Scary Moment:
Ketika Rinjani kesurupan terlihat sangat real sekali ditambah sengan suasana hutan di sepanjang film yang mencekam juga penampakan mahkluk penunggu hutan yang cukup mengerikan.

 
7.  HANTU RUMAH AMPERA ( 2009 )
Sutradara: Rudi Soedjarwo
Pemain: Ben Joshua, Nadilla Ernesta,Rahma Landy, & Meity Josefina
Produksi: Rapi Film
 
Sinopsis:
Adit (Ben Joshua) dan Annisa berjanji untuk sehidup semati, sayangnya orangtua Adit tidak menyetujui hubungan mereka. Tamat dari SMA, Annisa memutuskan untuk pergi ke London sedangkan Adit memilih tetap di Jakarta. Selama Annisa di London ternyata Adit malah berselingkuh dengan Lulu (Nadilla Ernesta) dan akhirnya Annisa sendiri yang memergoki Adit dan Lulu. Disaat yang bersamaan Adit dan Ibunya memutuskan untuk pindah rumah di jalan Ampera tapi semenjak mereka tinggal di rumah baru itu banyak gangguan dari mahkluk halus. Kehadiran teror dari makhluk halus tersebut disinyalir akibat kesalahan yang pernah dibuat oleh Adit pada Anissa.

Scary Moment:
Ketika Ibunya Adit sedang shalat di kamar di rumah barunya tiba – tiba di belakangnya ada sesosok wanita yang mengikuti gerakan shalat Ibu Adit sungguh memorable dan membuat bulu kuduk berdiri. Juga adegan saat Ibu Adit lupa membereskan sajadah dan mukenanya lalu saat Ibu tertidur ada sesosok wanita yang sedang shalat mengenakan mukena Ibu. Karena saya tahu ada cerita nyata tentang makhluk gaib yang suka shalat, maka adegan – adegan tersebut mampu menghadirkan sensasi buluk kuduk merinding.

 
6. TUSUK JELANGKUNG ( 2003 )
Sutradara: Dimas Djayadiningrat
Pemain: Marcella Zalianty, Iqbal Rizantha, Dinna Olivia, Samuel Rizal, Thomas Nawilis, AA. Gde Wipra, & Ian’s Bachtiar
Produksi: Rexinema
 
Sinopsis:
Ini adalah sekuel dari film horror yang menjadi tanda bangkitnya perfilman Indonesia, Jelangkung (2001). Cerita dimulai ketika sekelompok anak muda: Rea (Zalianty), Zacky (Rizantha), Visi (Olivia), Dudung (Wipra), dan Unay (Nawilis) nekat bermain Jelangkung padahal Zacky sudah memperingatkan bahayanya karena kakaknya, Zul (Bachtiar), pernah kehilangan teman – temannya akibat keisengan mereka bermain Jelangkung. Benar saja secara tidak sengaja Jelangkung yang mereka mainkan telah  memanggil arwah Turah yang pernah menghantui Ferdi Dkk, teman Zul. Tidak hanya memanggil arwah Turah tapi Jelangkung yang mereka mainkan juga membuka pintu dunia alam gaib dengan alam manusia. Sejak saat itu mereka diteror oleh hantu Turah dan tentunya sederet hantu lainnya.

Scary Moment:
Ketika melihat film ini sampai berkali – kali di bioskop waktu SMP saya sangat takjub dengan keindahan sinematografi dan warna – warna juga tata artistiknya. Adegan Hostess Bunting yang menggaruk – garuk kuku dalam lemari cukup membuat paranoid tetapi puncaknya adalah adegan – adegan penampakan di Castila De Huis, sebuah hotel tua tak berpenghuni yang ada penunggu anak kecil yang bermain piano dan nenek – nenek Belanda yang membawa centir, speechless.

 
5. KUNTILANAK ( 2006 )
Sutradara: Rizal Mantovani
Pemain: Julie Estelle, Evan Sanders, Ibnu Jamil & Ratu Felisha
Produksi: MVP Pictures
 
Sinopsis:
Film horror terlaris tahun 2006 ini berkisah tentang Samantha (Julie Estelle) yang terpaksa pindah ke rumah kost yang menyeramkan milik keluarga Mangkudjiwo karena tidak kuat tinggal bersama ayah tirinya yang mesum. Sam tidak menaruh curiga pada tempat kost-nya walaupun orang – orang sekitar percaya bahwa ada Kuntilanak yang bersarang di sebuah pohon besar di depan gedung kost milik keluarga Mangkudjiwo tersebut. Saat berbincang – bincang soal Kuntilanak bersama penjaga Kost, Bu Yanti, Sam malah dinyanyikan tembang Durmo yang konon bisa memanggil Kuntilanak. Setelah peristiwa itu banyak hal aneh yang terjadi pada Sam dan disekitar lingkungan kost Mangkudjiwo. Ternyata Sam memiliki wangsit untuk memanggil Kuntilanak dan takdir itulah yang membawa Sam ke tempat tersebut.

Scary Moment:
Sebenarnya penampakan Kuntilanaknya tidak ada seram – seramnya sama sekali tetapi yang membuat bulu kuduk berdiri adalah adegan Sam yang digoda oleh teman kostnya yang mesum, Sam yang marah tiba – tiba kesurupan dan menyanyikan tembang durmo. Ketika Sam menyanyikan bait, “Jin Setan Kang Tak Utusi” Sorot mata Sam (Julie Estelle) yang tajam dan dingin ditambah kekuatan magis dalam tembang Durmo-lah yang membuat ketakutan tersendiri bagi saya. Adegan ini terbukti memenangkan Best Scary Scene di MTV Indonesia Movie Awards (MIMA) 2007 dan menurut saya Kuntilanak ini juga sekuelnya merupakan Masterpiece dari Rizal Mantovani.

 
4. LEGENDA SUNDEL BOLONG ( 2007 )
Sutradara: Hanung Bramantyo
Pemain: Jian Batari Anwar, Tio Pakusadewo, Uli Auliani, & Baim
Produksi: Rapi Film
 
Sinopsis:
Film Legenda Sundel Bolong ini adalah remake dari film Suzzanna berjudul Sundel Bolong (1981) dengan sedikit perombak disana – sini. Bercerita tentang Imah (Jian Batari) seorang mantan penari ronggeng yang menikah dengan Sarpa (Baim) dan ingin memulai hidup baru. Sarpa bekerja di kebun teh milik Danapati (Tio Pakusadewo). Melihat kemolekan tubuh Imah, Danapati berniat busuk untuk mengutus Sarpa ke luar kota dan memperkosa Imah. Akhirnya Danapati berhasil mendapatkan tubuh Imah. Sejak kejadian tersebut Imah menghilang lalu tiba – tiba kembali di rumah saat Sarpa pulang. Disaat yang sama warga desa Sindangsari dan Banjar diresahkan penemuan mayat – mayat yang bolong punggungnya.

Scary Moment:
Adegan Kepala Desa yang menelusuri jalan setapak lalu saat berbalik arah tiba – tiba ada yang memanggilnya lalu terdengar musik tradisional sunda. Ditengah pepohonan bambu dan gelapnya malam ada sesosok wanita yang menari ronggeng dengan selendangnya lalu memperlihatkan punggungnya yang bolong lengkap dengan rangkaian tulang belakangnya.  Selanjutnya setiap penampakan si Sundel Bolong Imah ini cukup membuat merinding dengan ekspresi yang pas dari Jian Batari.

 
3. TITISAN NAYA DALAM TAKUT ( FACES OF FEAR ) ( 2008 )
Sutradara: Riri Riza
Pemain: Dinna Olivia, Dewi Irawan, & Junior Liem  Produksi: Miles Films & Komodo Films
 
Sinopsis:
Titisan Naya adalah salah satu film pendek yang ada dalam rangkaian antologi film Takut (Faces of Fear). Film ini berada di segmen dua dan disutradarai oleh Riri Riza dan diproduseri oleh Mira Lesmana. Naya (Dinna Olivia) adalah seorang anak gadis keturunan Jawa namun bersifat independen khas wanita metropolitan yang jauh dari pemikiran – pemikiran kuno. Suatu hari sang Ibu (Dewi Irawan) mengajak Naya ke rumah saudaranya untuk mengikuti upacara pemandian keris. Bukannya ikut dalam upacara tersebut, Naya malah asik menggoda sepupunya  Leo (Junior Liem). Leo sebenarnya sudah memperingatkan Naya tapi Naya tak peduli dan ingin bercumbu dengan Leo, disaat itulah bala datang pada Naya.

Scary Moment:
Film ini sangat luar biasa menghadirkan feel dan ambience seramnya. Saya sendiri terlahir di keluarga Jawa yang memiliki keris yang harus dimandikan dengan ritual tertentu jadinya Titisan Naya sangat mampu membuat bulu kuduk berdiri. Adegan mati lampu dan Naya mencari ibunya ditambah dengan penampakan sesepuh – sesepuh Naya yang memakain pakaian adat Jawa sangat luar biasa seram. Akting Dinna Olivia juga sangat meyakinkan sungguh saya begitu ingin film ini dibuat versi panjangnya.

 
2. JELANGKUNG ( 2001 )
Sutradara: Rizal Mantovani & Jose Purnomo
Pemain: Wingky Wiryawan, Harry Pantja, Melanie Ariyanto, Rony Dozer, & Ian’s Bachtiar
Produksi: Rexinema

Sinopsis:
Film horror Indonesia terlaris ini adalah tonggak kebangkitan perfilman Indonesia setelah mati suri cukup lama. Jelangkung berkisah tentang sekelompok anak muda yang sangat hobi “Memburu Hantu” mereka adalah Ferdi (Wingky Wiryawan), Gita (Melanie Ariyanto), Gembol (Rony Dozer), dan Soni (Harry Pantja). Saking hobinya mereka ingin pergi ke Angkerbatu, sebuah tempat yang tentunya sesuai namanya, Angker. Saat mereka berekspedisi di Angkerbatu, Soni yang ternyata memiliki tujuan ingin mencari ilmu hitam, malah bermain Jelangkung dan menancapkan boneka Jelangkung di sebuah makam disana. Speulang mereka dari Angkerbatu, Ferdi Dkk akhirnya diteror si empunya makam yakni anak kecil iblis bernama Turah. Akhirnya mereka berniat kembali ke Angkerbatu untuk mencabut boneka Jelangkung tersebut.

Scary Moment:
Film ini sangat hebat daya pikatnya, meskipun hanya dibuat dengan peralatan teknis seadanya dan tidak terlalu wah seperti  sekuelnya Tusuk Jelangkung. Jelangkung menghadirkan atmosfer horror yang kental ditambah dengan icon baru perhantuan Indonesia, si Bocah Turah. Adegan paling menakutkan adalah saat Ferdi Dkk memburu hantu di rumah sakit tua, penampakan Suster Ngesot di kaca dan saat asik ngesot sangat menakutkan. Adegan suster ngesot lainnya yang hadir di depan kamar Gita adalah klimaks ketakutan bagi saya. Jelangkung dengan plotnya anak remaja main – main ke hutan dan melakukan hal yang dilarang sangat menjadi trend di perfilman horror Indonesia.


1. KERAMAT ( SECRED ) ( 2009 )
Sutradara: Monty Tiwa
Pemain: Poppy Sovia, Migi Parahita, Sadha Triyudha, Miea Kusuma, Dimas Projosujadi, Diaz Ardiawan, & Brama Sutasara
Produksi: Starvision Plus

Sinopsis:
Film yang menggunakan teknik pengambilan gambar subjektif bertema Found Footage ini  mengisahkan tentang para kru film “Menari Di Atas Angin” beserta pemain – pemainnya yang melakukan perjalanan ke Yogyakarta untuk mencari lokasi untuk syuting dan proses pra-produksi lainnya. Sesampainya di tempat terpecil di Yogyakarta ternyata banyak kejadian aneh yang terjadi disana termasuk kejadian Migi, sang pemeran utama wanita, yang kesurupan lalu hilang dibawa kealam gaib.

Scary Moment:
Buat saya Keramat adalah full packed horror, tidak hanya menakut – nakuti tetapi ada nilai – nilai baik yang tersurat dalam film ini. Keramat juga mengcapture dengan baik penokohan dan watak orang – orang yang terlibat di dalamnya yang sangat Indonesia sekali. Dengan penggunaan metode penambilan gamabr sudut pandang subjektif, Keramat berhasil membuat penonton ikut merasa takut. Adegan yang menakutkan dalam film ini tergolong banyak, Adegan kesurupan Migi, Gamelan yang bunyi sendiri, Penampakan Pocong, Gamelan dan wayang yang tiba – tiba ada ditengah hutan, dan yang pasti paling membuat merinding adalah Penampakan orang – orang yang membawa tandu berisi mayat. Tidak salah film ini saya anugerahkan sebagai film horror nasional terseram dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
Back to Top