0

3 Cara Belajar yang Ternyata Nggak Efektif

Di sekolah, kita disuruh buat belajar, tapi kita nggak pernah diajarin gimana cara belajar yang benar, kan? Pokoknya yang penting kita ngerti materi yang diajarin.
Karena itu, banyak dari kita yang punya kebiasaan belajar yang buruk. Kita juga suka pakai cara belajar yang kata orang-orang, sih, efektif. Padahal, riset nunjukin sebaliknya.
Melihat studi yang dipimpin oleh John Dunlosky, dkk tahun 2013 dari Kent State University, penelitian terhadap 10 cara belajar umum ternyata menunjukkan ada 3 cara belajar yang banyak kita terapkan, tapi ternyata itu sangat nggak efektif. Apa aja, sih, 3 cara belajar itu?

1. Membaca Ulang


Membaca suatu catatan, bab, atau artikel lebih dari sekali. Keyakinannya, setelah kita ngebaca ulang materi yang diajarkan, kita bakal ngerti konsep dari materi yang kita baca. 

Terus, kenapa cara ini nggak bekerja dengan baik?

Pengaruh dari membaca ulang ini terbukti dengan bisanya kita mengingat suatu materi, tapi dalam pemahaman kurang jelas. Walaupun membaca ulang butuh waktu yang lebih sedikit dari cara belajar yang lain, tapi ternyata membaca ulang jauh lebih kurang efektif. Cara ini adalah cara malas yang hanya membantu sedikit.

2. Menggarisbawahi


Banyak dari kita yang memakai cara ini karena emang gampang, nggak perlu waktu banyak, nggak perlu latihan.

Tapi sebenarnya ini ngebantu kita belajar nggak, sih? 

Ternyata, cara menggarisbawahi ini mempunyai kegunaan yang rendah, lho. Ini bisa aja ngebantu sedikit. Tetapi buat materi sulit, ini bisa nurunin kinerja belajar kita pada materi-materi yang ngebutuhin kesimpulan. 

Dengan kata lain, sebagian besar dari kita memakai cara ini karena gampang dan ada keyakinan kalau cara ini bakal ngebantu. Tetapi, riset menunjukkan sebaliknya! Cara ini nggak efektif.

3. Meringkas


Meringkas, kita nulis catatan singkat tentang materi yang baru kita baca. Ringkasan yang baik bisa menunjukkan poin utama dari materi yang kita pelajarin, plus memahami inti materi itu. 

Terus, kenapa nggak efektif?

Meringkas mempunyai kegunaan yang rendah. Cara ini bisa jadi cara yang sangat efektif bagi kita yang sudah terampil dalam meringkas. Masalahnya, kebanyakan dari kita butuh pelatihan yang ekstensif buat cara ini, oleh karena itu cara ini kurang layak. 

Nah, kebanyakan dari kita nggak tau cara yang benar buat meringkas. Dan saat kita belajar bagaimana melakukannya, cara ini nggak membantu pada materi yang seharusnya kita mengerti.


Jadi, cara belajar mana dong, yang efektif?

Cara belajar yang efektif yaitu praktek dan mempelajari secara rata materi yang diajarin dalam satu semester. Dua cara itu bakal gunain waktu yang sangat efektif, dan sangat bagus buat sel-sel otak kita! 

Dan terakhir, inget ya, belajar sambil ngelakuin hal-hal lain (seperti ngobrol dan nonton TV) itu nggak bakal ngebantu. Belajar butuh fokus dan bebas dari gangguan apapun, biar efektif.

Sumber


0

Social Media Addict?

HP selalu ada sama kamu 24/7? Kamu ngomong pake hashtags? Selfie tiap hari? Kalau kamu makan tapi nggak upload fotonya ke Instagram, apa kamu makan beneran? Pasti nggak.
Jika itu bener, berarti kamu (+) social media addict. 
Apaan sih, social media addict itu? Social Media Addict atau Social Networking Addict itu sebutan untuk kebiasaan atau hobi ngabisin waktu ngebuka sosmed seperti Twitter, Facebook, Instagram, dll yang jadi aktivitas sehari-hari, bahkan bisa menganggu aktivitas lainnya. Hmm, mungkin aja kamu ngelakuin hal-hal seperti dibawah ini, yang berarti kamu punya negative relationship sama sosmed.



1. Kamu cepet-cepet ngebuka HP abis bangun tidur, buat ngeliat notif.
2. Kadang-kadang, kamu bangun tengah malem buat ngeliat notif.
3. Kamu susah tidur karena kamu kebiasaan ngeliat HP setiap menit.. dan lama-lama ketiduran.
4. HP kamu tidur sama kamu, seperti teddy bear.
5. #KamuNgomongPakeHashtags #lol #love #cute #ootd
6. Jadi stalker diFacebook.
7. Dan ini horror....
8. Kamu ngomong BRB, LOL, WKWKWK, Y, G.
9. Kamu ngehapus foto yang likes-nya sedikit.
10. Kamu ngeshare semua hal.
11. Kamu bakal...
12. Scrolling seharian.
13. Kamu ngejawab pertanyaan kayak gini: "Cek twitter aja." "Ada tuh di ig." "Di Tumblr banyak."
14. Internet down....
15. Km suka ngmg kyk bgni. Y kn?
16. Kalau kamu ngirim teks ke orang yang salah...
17. Caption?
18. Yang paling menyedihkan...


Nah, kalau kamu ngelakuin hal-hal diatas, gampang solusinya: Matiin HP-mu.
Matiin HP, matiin laptop, matiin semua gadget. Cari momen buat enjoy sama sahabat atau keluarga!








0

Apa yang harus diletakkan di meja belajar?

Apa aja sih yang harus diletakkan di meja belajar? Hmm, dibawah ini ada beberapa barang yang kamu bisa letakin di meja belajar kamu biar lebih afdol belajarnya.

1. Jam
Nentuin waktu buat hal-hal yang kamu kerjain itu bagus, loh. Kamu juga bisa tau berapa kerjaan yang kamu selesain dalam sekian waktu.
2. Lampu
Lampu itu penting! Kamu harus butuh cahaya yang cukup buat belajar. Cahayanya diarahin ke buku yaaa, bukan ke muka.
3. Kalender
Nah, ngerjain tugas atau belajar pake SKS? A BIG NO! Atur jadwal kamu buat tugas-tugas mendatang, tandain deh dikalender, jadi ngerjainnya gak mepet-mepet.
4. Alat Tulis
Sediain alat tulis yang paling dibutuhin aja, seperti pulpen, stabilo, penggaris. Semuanya udah harus siap saat belajar.
5. Makanan dan Minuman
Jangan lupa sediain makanan deket kamu! Kalau enggak, kamu bisa bolak-balik ke kulkas setiap 5 menit, jadi belajarnya ketunda dehh. Coba makanan yang sehat, seperti buah-buahan. Jangan lupa siapin air putih, karena dehidrasi itu bisa bikin kita lupa, loh.
6. Foto
Fotonya yang memotivasi ya... Jangan selfie kamu.


Terus apa yang JANGAN diletakkan di meja belajar?..
1. Handphone
Ngeliat HP setiap 10 menit? No.
2. Music Player
Kalau lagu bikin kamu nggak konsentrasi belajar, terus susah buat ngerti materinya, ngapain? apalagi kalau jadi galau.. flashback lah. Belajarnya jadi lama, soalnya ketunda terus, kan. 
3. Alat Makan
Makan tugas kamu nggak bakal bikin tugas itu musnah, toh bakal ditagih lagi.





0

CELEBRITY WORSHIP SYNDROME????

Awalnya, kita melihatnya di TV, internet, atau film. Selalu ada berita-berita baru tentang mereka. Lalu kita tertarik kepada mereka, dan menjadi ‘stalker’ mereka. Kita membuka  Google, Twitter, Facebook, Youtube untuk melihat semua berita tentang mereka, setiap hal-hal kecil dari mereka. Kita membeli barang-barang yang berhubungan dengan mereka.  Nah loh, apa kita mempunyai gangguan kejiwaan memuja selebriti? 

Sindrom
Wajar jika kita memiliki idola, bahkan dapat memberi dampak positif, seperti memotivasi untuk sukses seperti mereka. Tetapi, jika sudah mempengaruhi kehidupan sehari-hari, bisa gawat!

Menurut ahli psikologi, ada 3 level dalam sindrom ini.

Entertainment social, level rendah.

  • Kita suka membicarakan idola dengan teman kita.
  • Menonton, membaca, dan mendengarkan idola kita, karena itu menyenangkan.
  • Selalu update dengan berita-berita yang berhubungan dengan idola kita.
Pada level ini, kita tertarik kepada idola karena bakat mereka, dan tidak membahayakan.

Intense Personal, level menengah.

  • Kita menganggap bahwa idola kita adalah soul mate kita.
  • Apapun yang terjadi kepada idola kita, kita juga merasakannya.
  • Kita mempunyai barang-barang yang berhubungan dengan idola kita, yang kita simpan disuatu tempat.
Pada level ini, kita memiliki perasaan yang posesif terhadap idola.

Borderline Pathologocial, level extreme.

  • Jika seseorang memberi kita banyak uang untuk membeli apa yang kita mau, kita akan membeli barang-barang pribadi (seperti serbet dan alat makan) idola.
  • Kita sering terdorong untuk mempelajari kebiasaan pribadi idola.
  • Kita sering berfantasi tentang idola, yang menimbulkan keyakinan delusi.
Pada level ini, sikap kita enggak terkontrol.
Tips:

Intropeksi Diri Sendiri
Apa sikap kita terhadap idola menghasilkan sesuatu yang positif? Jangan sampai sikap itu malah merugikan kita, ya. 

Ganti Aktivitas
Ngapain ngabisin waktu untuk idola? Lebih baik kita menghabiskan waktu bareng keluarga dan sahabat. Kita bisa jalan-jalan, atau baca buku. Gak apa, kita membicarakan idola, tetapi jangan sampai melakukan hal-hal bodoh.

Jangan Mudah Terhasut
Konser, meet and greet, fansign, dateng nggak ya? Pasti pernah mikir seperti itu, tapi dipertimbangin lagi, deh, ganggu sekolah atau engga? Jangan sampai kita bolos sekolah cuma untuk dateng ke acara-acara tersebut yaaa.

Nah, udah pada tau kaaan apa itu Celebrity Worship Syndrome... hmmm, kalian termasuk ngga?
0

Film Terakhir Doraemon: Stand By Me


 

Siapakah yang tidak mengenal sosok Doraemon? Di Indonesia, robot kucing ajaib dari masa depan ini sangat terkenal. Kini, Doraemon akan mendapat penggarapan baru melalui konsep yang kabarnya belum pernah dilakukan sebelumnya.
Melalui judul baru bertajuk Stand By Me Doraemon, sang robot kucing populer itu akan dibawa ke dalam dunia 3 dimensi, dimana desain karakternya dibuat melalui grafis komputer, seperti diwartakan Anime News Network.
Film baru Doraemon ini, sekaligus merayakan ulang tahun mendiang salah satu pengarangnya, Fujiko F. Fujio (Hiroshi Fujimoto) yang ke-80. Format animasi komputernya bakal menggunakan konsep proyeksi 3 dimensi stereoskopis.
Stand By Me Doraemon melibatkan nama-nama sineas ternama di dunia film dan anime. Sebut saja Takashi Yamazaki (Returner, Space Battleship Yamato) dan Ryuichi Yagi (Moyashimon). Keduanya memimpin proyek ini sebagai sutradara.
Takashi dan Ryuichi sempat berkolaborasi sebelumnya dalam anime 3 dimensi bertajuk Friends: Mononoke Shima no Naki. Film tersebut merupakan kolaborasi pertama mereka. Sehingga, Stand By Me Doraemon akan menjadi proyek mereka yang kedua kalinya.
Manga Doraemon pertama kali diciptakan oleh duet Fujiko Fujio (Hiroshi Fujimoto dan Motoo Abiko) pada 1969. Karakter Doraemon diceritakan kembali ke masa lalu untuk membantu anak laki-laki bernama Nobita. Doraemon datang atas permintaan dari cucu Nobita yang ada di masa depan.
Kisahnya sendiri bertema kehidupan sehari-hari dengan bumbu fiktif, dimana Doraemon mampu menyimpan dan mengambil benda-benda ajaib dari masa depan di dalam sebuah kantong.
Manga Doraemon sudah diterbitkan sebanyak 45 jilid dan berakhir pada 1996. Serial televisinya dibuat dalam format anime dan sudah mencapai 3 seri selama 4 dekade. Bahkan, anime bioskopnya pun sudah dirilis dalam berbagai judul.
Proyek film 3 dimensi Doraemon sudah direncanakan sejak 3 tahun lalu setelah film Friends: Mononoke Shima no Naki selesai. Pembuatan Stand By Me Doraemon dikabarkan memakan waktu lebih dari satu tahun. Momen saat Doraemon mengambil barang-barang dari dalam kantongnya, serta saat para karakter terbang dengan baling-baling bambu adalah beberapa adegan yang diklaim oleh Ryuichi Yagi layak untuk dilihat.
Uniknya, proses pembuatan animasi 3 dimensi ini dilakukan setelah rekaman suara dilaksanakan. Sehingga, gerakan animasinya dibuat menyesuaikan suara yang sudah direkam, suatu teknik yang tidak biasa dilakukan oleh para animator lain. Bahkan, objek yang menjadi latar belakang di dalam film mengambil benda-benda atau tempat-tempat sungguhan.
Bagi yang menantikan penayangan film ini, diharapkan untuk sabar menunggu kabar selanjutnya. Sambil menunggu Stand By Me Doraemon, film anime 2 dimensi terbaru berjudul Eiga Doraemon Shin Nobita no Daimakyo ~Peko to 5-nin no Tankentai~ akan tayang perdana di Jepang pada 8 Maret 2014 mendatang.

Subscribe Us!

Suka dengan artikel-artikel yg ada disini? Silahkan berlangganan! Masuk ke E-Mail untuk mendapat artikel ter-up to date dari Wall Info!

Back to Top